Trending Topic Perkawinan 12 Hari

Beberapa hari ini sebuah trending topic menyedihkan wira wiri diberanda sosmed, tentang seorang istri yang ditinggal begitu saja dihari ke-12 perkawinannya.
.
Seorang teman yang banyak membantu korban-perempuan korban family violence, bercerita...
.
Biasanya para korban ini sebenarnya sudah merasa/melihat/menangkap adanya “red flags” sebelum menikah. Satu hal yang juga diakui oleh si istri dalam trending topic itu... .
misalnya cara pasangan melampiaskan amarah, controlling diri, cara menyelesaikan konflik selama berpacaran, track records pasangan dengan mantan-mantannya,

...adakah kata-kata kasar, sumpah serapah, teriakan, main fisik, berani memukul?
.
...bagaimana sikapnya dalam problem saving? tipe yang tenang, segera mencari jalan keluar atau justru tipe emosional dan terkesan lambat dalam menyesaikan konflik, plin plan, saiki dele, sesuk tempe, suka mencari kambing hitam, atau bgm?.
.
Yang juga penting dicermati adalah bagaimana cara/sikap dia dalam berinteraksi dengan perempuan (apakah dengan ibunya, saudaranya, teman, atau orang yang tidak dikenal).
.
Itulah yang semestinya menjadi dasar utama dalam memutuskan untuk melanjutkan perkawinan ataukah tidak.
.
Nah, ada tetapinya...
.
Para korban ada saja yang "memilih" utk tidak mempercayai, bersikap denial atau mengabaikan "red flags" yang mereka lihat/rasakan itu.
.
Mengapa?
.
Alasannya macam-macam, mulai karena cinta atau juga karena persiapan pesta sudah dilakukan atau menjelang H-1 perkawinan...istilahe wes kadung, tinimbang isin, tanpa menyadari akan ada bom waktu yang siap meledak kapan saja.
.
Masukan,
.
Sebagai orangtua, mari kita belajar mau mendengarkan keluhan/kekhawatiran anak-anak perempuan kita...ajak bicara dengan cara bersahabat, bersama-sama mencari jalan keluar terbaik, pun memutuskannya secara bersama-sama.
.
Bagaimanapun, lebih baik kita tahu kondisi yang sebenarnya, sebelum pernikahan dilangsungkan daripada ‘terlanjur’, meskipun pernikahan itu tinggal menghitung hari/jam/detik.
.
Satu hal, Anak perempuan kita jauuuh lebih berharga utk diperlakukan tidak semestinya oleh orang/keluarga lain.
.
Pada akhirnya,
.
Apapun keputusannya, melanjutkan perkawinan ataukah tidak, sudah semestinya diawali dengan kesadaran penuh akan semua resikonya.
.
Ada "red flags" namun memutuskan untuk melanjutkan perkawinan, maka monggo siapkan segala macam trik untuk mengantisipasinya, isi penuh amunisi dan penuhi stok kekuatan ekstra untuk menjalaninya.
.
Yen suk kedaden tenan, sambatmu ojo dowo-dowo hehehe
.
Semoga kita semua diparingi keselamatan dan juga kesehatan, Aamiin YRA ❤

Comments

Popular Posts