Perempuan Tangguh

Tetiba teringat surat almarhum bapak yang dikirim ke kami, aku dan adikku, di akhir tahun 2006...


Desember 2006

“Assalamu’alaikum Wr Wb

Berikut Bapak sampaikan perempuan-perempuan idola sesuai syariat Islam.

Ia dianggap berada di kelas paling rendah. Ia seorang perempuan yang saat ini nilainya lebih rendah dari laki-laki, apalagi ia budak berkulit hitam. Dialah Hajjar, Ibunda Nabi Ismail AS. Dia dianggap asfalaa saafilin, strata yang paling rendah. Tetapi Allah SWT seakan ingin memberi contoh yang “ekstrim” tentang kemulyaan sejati kepada umat manusia. 

Allah tidak melihat status, jenis kelamin dan warna kulit sebagai ukuran kemulyaan disisiNya. Perilaku dan ketaqwaan menempatkan Hajjar pada derajat yang tinggi. Sampai sebagian perjalanan hidupnya diabadikan dalam ritual Haji, berupa ibadah Sa’i, lari kecil dari Bukit Shofa ke Marwa dan dari Marwa ke Shofa sampai 7 kali.

Ananda berdua sebagai perempuan ada baiknya merenungkan kisah perjalanan hidup perempuan mulia ini. Perempuan yang tidak pernah merengek-rengek menangisi keadaan, melainkan kepasrahan tidak dengan berpangku tangan, melainkan dengan kerja keras.

Kisah bermula dari keputusan Ibrahim AS, sang suami yang meninggalkan Hajjar dan Ismail di Lembah Beka (Mekkah) yg gersang dan tandus, tidak ada manusia dan tidak ada tanda2 kehidupan. Ketika air susu Hajjar telah kering dan Ismail yg baru berusia beberapa hari itu menangis kehausan, maka Hajjar bangkit mencari sumber air. Logika mengatakan, tidak ada sumber air.

Namun Hajjar tidak putus asa, ditengah2 terik panas matahari yang menyengat, Ia melihat di atas Bukit Shofa ada kilauan seperti air, Hajjar segera berlari menaiki bukit itu. Namun sesampainya di puncak bukit tidak ada air, melainkan pantulan panas dari bebatuan keras yang berkilau bagaikan air. Ia kecewa, tapi harapannya timbul kembali ketika melihat kilauan air di Bukit Marwa. Ia segera turun dari bukit Shofa dan berlari menaiki Bukit Marwa, tetapi di Marwa tidak ubahnya seperti di Bukit Shofa, itu hanya fatamorgana. Begitu berkali2 Ia naik turun dua bukit itu sampai 7 kali, tetapi air tidak diketemukan.

Dengan tubuh yang lunglai, barulah Hajjar menyerahkan nasib diri dan anaknya pada Tuhan, Allah SWT yg membuat hidup. Akhirnya Allah Mengabulkan keinginan Hajjar, memberi sumber air yg tidak pernah kering sampai sekarang, Sumur Zam-Zam. Jika perempuan sekarang termasuk dikau berdua menginginkan kemulyaan, pada siapakah dikau akan memilih idola?

Ada sederet wanita mulia, Hajjar istri Ibrahim AS yang tidak pernah menangisi keadaan.

Ada Masyithoh tukang sisir keluarga Firaun yang rela menyerahkan nyawanya dan nyawa keluarga demi kebenaran yang diyakini.

Ada Khodijah istri Rasulullah SAW yg mengorbankan semua miliknya selama mendampingi Nabi lebih dari 25 tahun.

Ada Aisyah istri Nabi yg cerdas dan enerjik, ada Fatimah putri NAbi dan istri Ali yg sangat tabah dalam kemiskinan tetapi tetap berinfaq ketika dia sendiri dalam puncak penderitaan. 

Dan masih banyak lagi perempuan-perempuan idola yang lain.

Perempuan-perempuan mulia seperti nama-nama itu adalah perempuan yang tegar, tidak cengeng, tabah, sabar, punya karakter dan berfikir panjang. Mereka tidak suka menyalahkan keadaan, tidak berandai-andai, tidak banyak tuntutan tetapi mereka berbuat sesuatu. Mereka lebih suka mengubah keadaan dengan bertanya, 

"apa yang bisa saya lakukan dalam keadaan seperti ini?"

Ananda berdua yang tercinta, 

...beginilah perempuan-perempuan idola, dengan harapan anak-anakku bisa meneladaninya. Amiin

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Dalam sayang dari Bapak yang selalu berdoa untuk anak-anak dan cucu-cucunya.

...

Setelah berjuang dengan gagal ginjal kurang lebih selama 2 tahun, Bapak kembali kepada pelukan Sang Khalik pada akhir Desember 2015. baik-baik disana ya Pak 🤗😇



Comments